Bedakan Asuransi Kesehatan dengan Asuransi Penyakit Kritis

Posted by denjo.

Asuransi adalah bagian terpenting dalam mengelola keuangan keluarga, jangan sampai penghasilan selama bekerja habis akibat gangguan kesehatan. Mari kita bedakan antara Asuransi kesehatan dengan Asuransi penyakit kritis.

Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan adalah Asuransi yang menggantikan biaya kesehatan jika pemegang polis dirawat inap di rumah sakit karena terkena penyakit atau kecelakaan.

Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi Penyakit Kritis tidak mengganti biaya rumah sakit, tetapi menggantikan pendapatan yang hilang karena penyakit kritis. Biasanya sesorang yang terkena penyakit kritis produktivitas didalam pekerjaan akan menurun dan menyebabkan turunnya pendapatan, bahkan bisa menyebabkan hilangnya pendapatan karena tidak bisa bekerja lagi.

Asuransi penyakit kritis ini menetapkan kriteria kondisi kesehatan peserta yang dianggap cukup kritis akibat penyakit yang diderita sehingga tidak bisa bekerja lagi. Saat itulah, Uang Pertanggungan penyakit kritis akan dibayarkan tunai oleh perusahaan asuransi.

Asuransi Penyakit Kritis (CI 100)

Asuransi penyakit kritis (CI 100) adalah asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap 100 kondisi penyakit kritis. Mulai dari tahap awal hingga tahap terparah. Uang pertanggungan penyakit kritis tidak akan mengurangi Uang pertanggungan dasar (meninggal), hal ini yang membedakan Allianz dengan perusahaan Asuransi lainnya.

CI 100 juga menyediakan manfaat tambahan yaitu Angioplasty dan tindakan invasif penyakit arteri koroner serta komplikasi diabetes.

CI 100 memiliki masa pertanggungan sampai dengan usia 100 tahun,usia masuk yang fleksibel yaitu 5-70 tahun dan Uang Pertangunggan (UP) yang komprehensif.

Dari penjelasan diatas, menurut pendapat saya, bahwa asuransi penyakit kritis sangat sangat diperlukan, mengingat bahwa hampir 80% masyarakat Indonesia meninggal karena penyakit kritis yang disebabkan oleh pola makan siap saji (Junk food) dan gaya hidup seperti merokok, minuman keras dsb.

Mengapa Asuransi Penyakit Kritis Diperlukan?

Coba Anda bayangkan, jika hasil pendapatan selama bekerja terkuras karena biaya penyakit kritis yang sangat begitu fantastis biayanya. Bahkan kita sering mendengar banyak orang yang bangkrut dan menjual harta untuk biaya pengobatan penyakit krtis. Semua itu akan dilakukan demi satu harapan yaitu sembuh.

Bayangkan jika tidak bisa bekerja lagi akibat sakit kritis, perusahaan tempat bekerja mungkin akan merumahkan karyawannya bahkan hal buruk bisa terjadi seperti Pemecatan Hari Kerja (PHK). Tidak selamanya perusahaan tempat kita bekerja senantiasa membantu biaya pengobatan khususnya penyakit kritis , pasti ada batas nya walaupun sudah memiliki asuransi dari perusahaan tempat kita bekerja. Resiko tersebut selalu ada, untuk itu diperlukan proteksi tambahan untuk melindungi kita dari resiko yang tidak kita inginkan.

Asuransi jiwa.

Asuransi jiwa melindungi akibat risiko meninggal dunia dan Uang Pertanggungan meninggal dunia berfungsi untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan seperti biaya hidup, biaya pendidikan dan membayar hutang-hutang Almarhum apabila ada.

Jadi, asuransi jiwa dan asuransi kesehatan memiliki fungsi yang berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Ketiganya saling melengkapi, bukan menggantikan.

Kesimpulan

Rencana keuangan keluarga yang sehat adalah yang memiliki proteksi memadai untuk segala kemungkinan risiko.

Asuransi penyakit kritis memiliki fungsi yg berbeda dengan asuransi kesehatan. Karena itu jenis asuransi ini diperlukan, meskipun sudah punya BPJS Kesehatan.

Untuk berkonsultasi secara gratis, hubungi:

Suhardeni 0812-8263-0856

Phat_famly46@yahoo.com

Iklan