Cegah Riba Dengan Asuransi Syariah

B9A55CED-F5F5-453C-BF17-C543FDADA1C7

Posted by denjo

Butuh dana segar dalam kondisi kritis?
Punya sertifikat tanah, rumah, ruko?
BPKB kendaraan mobil, motor?
Jangan gadaikan atau menjual aset/harta kesayangan Anda walaupun dalam kondisi yang sudah kritis!
Karena Anda akan dihadapkan dengan RIBA dan jangan sampai hal ini terjadi! Masih ada cara lain untuk menghindari itu semua. Riba secara tegas diharamkan dalam Islam, sebagaimana ayat-ayat al-Quran menjelaskan tentang hal itu, diantaranya dalam QS al-Baqarah:275

Sering kali kita lihat papan iklan dana tunai disepanjang perjalanan beraktivitas seperti contoh diatas, dengan iming-iming bunga rendah, proses cepat, tanpa jaminan dsb. Sebuah solusi cepat untuk menangani masalah dan berakhir pada masalah baru, begitulah karakteristik RIBA. Awal ditawarkan pinjaman begitu manis didengar, ketika telat membayar cicilan pasukan penagih hutang/debt collector datang menteror.

Sebelum hal diatas terjadi alangkah baiknya mempersiapkan diri melalui program Asuransi jiwa dan kesehatan syariah (Allisya Protection Plus/TaPro) yang terbebas dari sifat gharar, maysir dan riba. Melalui Asuransi syariah secara langsung dapat menghindari diri dari RIBA dan sekaligus melindungi harta yang diperoleh selama bekerja. Sebab tidak ada satupun seseorang yang rela kehilangan harta karena risiko kehidupan seperti halnya biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan sakit kritis, karena kita telah mengetahui bahwa biaya pengobatan sakit kritis sangat membutuhkan banyak uang. Semua itu akan dilakukan demi satu harapan yaitu sembuh, lebih baik harta yang dimiliki diwariskan/diwakafkan untuk generasi penerus (ahli waris) dari pada harus dijaminkan ke Bank dan berujung pada penyitaan.

Kontribusi/premi yang Anda bayarkan bermanfaat untuk saling tolong-menolong (ta’awun) peserta lain yang sedang terkena musibah seperti sakit biasa, sakit kritis, cacat dan meninggal.
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Uang pertanggungan jiwa dapat dialokasikan untuk warisan yang berfungsi sebagai nafkah keluarga yang ditinggalkan ataupun wakaf polis syariah yang bermanfaat untuk kepentingan umum. Selama harta wakaf ini masih ada dan memberikan manfaat untuk kepentingan umum, selama itu pula pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang berwakaf telah tiada. Wakaf merupakan sedekah jariyah dalam bentuknya yang paling nyata.

Islam mengajarkan bahwa harta peninggalan lebih baik diserahkan pada ahli waris yang membuat mereka dalam keadaan berkecukupan daripada menelantarkan mereka sehingga hidup meminta-minta atau jadi pengemis. Islam pun mengajarkan bahwa seseorang yang niatannya mencari ridho Allah ketika mencari dan memberi nafkah, maka akan berbuah pahala. Hal ini berbeda jika seorang kepala rumah tangga hanya sekedar melaksanakan kewajiban hariannya sebagai pencari nafkah tanpa ada niatan seperti itu.

Asuransi syariah adalah bentuk mu’amalah yang dapat dirasakan kemaslahatannya oleh masyarakat dan mengandung nilai-nilai ajaran al-Qur’an yaitu ta’awanu ala al-birri. Sedangkan prinsip kemaslahatan yang dapat dijadikan sebagai landasan hukum adalah kemaslahatan yang sudah pasti, bukan asumtif, dan hipotetif yang berlaku secara umum. Kesimpulannya, bahwa sebatas asuransi hanya ada manfaatnya bagi orang lain.

Untuk berkonsultasi secara gratis, hubungi:

Suhardeni 0812-8263-0856

phat_family46@yahoo.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s