HARTA TIDAK DIBAWA MATI, MAKA WAKAFKANLAH!

wakaf

Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina dimatanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.
‘Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman.
Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan..hingga seperti haji Usman, bersadaqah terasa ringan’.
‘Wah’, sahut Haji Usman tertawa, ‘Antum salah alamat’ !
‘Lho ?’
‘Lha iya…kalian datang pada orang yg salah.
Lha saya ini *SANGAT SAYANG JG MENCINTAI HARTA SAYA.*
Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki ‘.
‘Lho ?’
‘Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu :
TITIP pada Masjid.
TITIP pada anak Yatim.
TITIP pada Fakir miskin.
TITIP pada Madrasah.
TITIP pada Pesantren.
TITIP pada pejuang fii sabilillah.
TITIP pada Guru2 Agama.
TITIP pada Karyawan yg rajin Ibadah.
TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit.

Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali.
Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat dialam kubur dan diakhirat’.
Jadi..! Siapa bilang harta tdk dibawa mati ?
Harta itu dibawa mati !!
Caranya ?
*JANGAN BAWA SENDIRI*…minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yg berjuang di jalanNYA dll..dll.
Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain kafan putih saja ketika sy sdh meninggal nanti.
Semoga menjadi renungan kita para sahabat yg soleh dan solehah.

Kisah diatas dari sebuah status facebook Mohamad Irpan begitu sangat menarik untuk ditulis kembali kedalam sebuah blog allisyakita.com, dengan harapan menggugah hati para pembaca untuk mewakahkan hartanya di jalan Allah swt yang akan menjadi bekal diakhirat nanti.

Bagaimana caranya jika ingin berwakaf tetapi kita sendiri belum mampu atau memiliki harta seperti cerita Haji Usman. Islam itu Agama yang mudah dan tidak memberatkan umatnya untuk berwakaf, mungkin sebagian orang sangat berat jika mewakafkan hartanya, lebih baik diwariskan kepada keturunannya. Warisan juga baik akan tetapi lebih baik jika warisan sudah cukup maka warisan tersebut diwakafkan.

Bagaimana mewafakahkan harta yang kita miliki agar tidak terasa berat? Caranya adalah dengan cara dicicil melalui polis asuransi jiwa Allianz syariah dengan produknya Allisya Protection Plus.

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah adalah adalah wakaf berupa polis asuransi syariah yg mana nilai investasinya dan atau manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris ketika manfaat polis jatuh tempo dan atau wakif meninggal dunia.

Program Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah ini di desain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan investasi akhirat para wakif melalui wakaf produktif maupun wakaf keagamaan serta kegiatan social lainnya. Program ini disosialisasikan dan ditawarkan oleh Sahabat Wakaf berlisensi yang telah mengikuti Kegiatan Training Sahabat Wakaf dan sesuai amanah dari Al-Qur’an surat Ash-Shaff :2-3 sudah terlebih dahulu memulainya dengan berwakaf dari diri sendiri.

 

Ketentuan Umum dan Khusus Produk Wakaf Wasiat sebagai berikut :

1.Ketentuan Umum

1.1. Akil Baligh

1.2. Memiliki hak secara penuh atas harta yang akan diwasiatkan

1.3. Mengikuti ketentuan di Perusahaan Asuransi Syariah.

1.4. Melakukan ikrar wakaf yang disaksikan oleh saksi-saksi.

1.5. Ikrar Wakaf di legalisir notaris.

2.Ketentuan Khusus

2.1 Program Wakaf Wasiat Terdiri dari 3 Jenis; yaitu:

2.1.1 Wakaf Wasiat Polis Asuransi dengan Gimmict Fasilitas Pemakaman All In Type Single

di Al Azhar Memorial Garden.

2.1.2 Wakaf Wasiat Ahly dengan ketentuan manfaat pengelolaan dana wakaf disalurkan untuk membiayai

pendidikan anak wakif hingga lulus Perguruan Tinggi (S1) dengan biaya pendidikan Setara Al-Azhar.

2.1.3 Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah program bebas dengan mengakomodir kebutuhan akan

adanya warisan bagi ahli waris, wakaf keagamaan dan atau wakaf produktif untuk dikelola Al Azhar

atau lembaga wakaf lain serta program social lainnya.

2.2. Komposisi Pengelolaan Wakaf Wasiat

2.2.1 Dana Wakaf (sesuai akad)

2.2.2 Operasional 10%

2.2.3 Dana Sosial (sesuai akad)

  1. Manfaat Produk

3.1. Membantu wakif memiliki perencanaan wakaf yang lebih pasti

3.2. Memotivasi wakif untuk dapat berwakaf besar

3.3. Tetap dapat meninggalkan harta waris yang memadai

3.4 Bebas merencanakan wakaf sesuai dengan program-program Pilihan, antara lain :

3.5 Dapat menyertakan nama keluarga besar sebagai orang-orang yang diniatkan menerima pahala wakaf

3.6 Memudahkan dan meringankan wakif dalam mewakafkan harta yang dimilikinya.

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah adalah adalah wakaf berupa polis asuransi syariah yg mana nilai investasinya dan atau manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris ketika manfaat polis jatuh tempo dan atau wakif meninggal dunia.

Program Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah ini di desain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan investasi akhirat para wakif melalui wakaf produktif maupun wakaf keagamaan serta kegiatan social lainnya. Program ini disosialisasikan dan ditawarkan oleh Sahabat Wakaf berlisensi yang telah mengikuti Kegiatan Training Sahabat Wakaf dan sesuai amanah dari Al-Qur’an surat Ash-Shaff :2-3 sudah terlebih dahulu memulainya dengan berwakaf dari diri sendiri.

Ketentuan Umum dan Khusus Produk Wakaf Wasiat sebagai berikut :

1.Ketentuan Umum

1.1. Akil Baligh

1.2. Memiliki hak secara penuh atas harta yang akan diwasiatkan

1.3. Mengikuti ketentuan di Perusahaan Asuransi Syariah.

1.4. Melakukan ikrar wakaf yang disaksikan oleh saksi-saksi.

1.5. Ikrar Wakaf di legalisir notaris.

2.Ketentuan Khusus

2.1 Program Wakaf Wasiat Terdiri dari 3 Jenis; yaitu:

2.1.1 Wakaf Wasiat Polis Asuransi dengan Gimmict Fasilitas Pemakaman All In Type Single

di Al Azhar Memorial Garden.

2.1.2 Wakaf Wasiat Ahly dengan ketentuan manfaat pengelolaan dana wakaf disalurkan untuk membiayai

pendidikan anak wakif hingga lulus Perguruan Tinggi (S1) dengan biaya pendidikan Setara Al-Azhar.

2.1.3 Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah program bebas dengan mengakomodir kebutuhan akan

adanya warisan bagi ahli waris, wakaf keagamaan dan atau wakaf produktif untuk dikelola Al Azhar

atau lembaga wakaf lain serta program social lainnya.

2.2. Komposisi Pengelolaan Wakaf Wasiat

2.2.1 Dana Wakaf (sesuai akad)

2.2.2 Operasional 10%

2.2.3 Dana Sosial (sesuai akad)

  1. Manfaat Produk

3.1. Membantu wakif memiliki perencanaan wakaf yang lebih pasti

3.2. Memotivasi wakif untuk dapat berwakaf besar

3.3. Tetap dapat meninggalkan harta waris yang memadai

3.4 Bebas merencanakan wakaf sesuai dengan program-program Pilihan, antara lain :

3.5 Dapat menyertakan nama keluarga besar sebagai orang-orang yang diniatkan menerima pahala wakaf

3.6 Memudahkan dan meringankan wakif dalam mewakafkan harta yang dimilikinya.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis,

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Sumber : http://www.wakafalazhar.or.id/produk/9-Wakaf+Wasiat+Polis+Asuransi/

Kisah diatas dari sebuah status facebook Mohamad Irpan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s