Hidup Keren Dengan Asuransi atau Hidup Kere Tanpa Asuransi

keren

Posted by denjo.

Boleh dikatakan termasuk orang yang tidak keren jika hidupnya  tanpa asuransi atau sama dengan halnya dengan hidup nekat, asal hidup, yang penting bisa hidup. Type orang seperti ini termasuk orang yang tidak memiliki perencanaan masa depan yang baik, egois terhadap diri sendiri dan tidak sayang terhadap keluarga, maaf sekali jangan tersinggung dalam membacanya. Orang Indonesia kebanyakan berfikir BAGAIMANA NANTI SAJA, bukan nya NANTI BAGAIMANA? Serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, takdir sudah diatur, mengapa pusing memikirkan tentang masa depan? Jalani saja hidup ini! Inilah jawaban sesorang yang pasrah terhadap keadaan tanpa memikirkan masa depan keluarga.

Bukan berarti mereka tidak mampu untuk membayar premi asuransi, boleh diihat dari cicilan kendaraan dan gaya hidup yang melebihi premi asuransi. Akan tetapi pola kesadaran mereka akan pentingnya sebuah asuransi masih kurang. Kesadaran asuransi baru terbentuk ketika masalah risiko hidup datang menghampiri, barulah mencari informasi mengenai asuransi itu sendiri. Itu fakta yang terjadi dimasyarakat kita yang lebih senang dengan gaya hidup konsumerisme dibandingkan hidup hemat untuk masa depan.

Mereka lebih sayang mengeluarkan sedikit uang untuk membayar premi asuransi yang akan berfungsi menjadi prokteksi keuangan jika risiko hidup menghampiri, akan tetapi mereka rela jika harus dipaksa mengeluarkan uang banyak, bahkan harus menjual asset yang dimiliki demi kesembuhan untuk kembali sehat, kalau tidak ada asset yang dapat dijual terpaksa meminjam uang kesana-sini atau mengharapakan sumbangan. Cukup aneh bukan?

Mereka juga mengetahui, ketika seseorang masuk Rumah Sakit karena sakit ataupun kecelakaan yang ditanya kali pertama kali oleh petugas Rumah Sakit adalah ingin bayar sendiri (pribadi) atau menggunakan Asuransi? Tetapi mengapa masih banyak yang anti Asuransi? Tambah aneh bukan?

Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang begitu kaya, jadi saya bependapat tidak ada orang yang tidak mampu untuk membayar premi asuransi. Semua orang pasti bisa berasuransi, tergantung bagaimana kita memiliki mental yang kaya dan membuang mental miskin.

Wajar jika demi ber Asuransi, kita harus mengurangi gaya hidup konsumerisme demi masa depan orang-orang yang kita sayang seperti anak dan istri. Menuruti gaya hidup takan pernah ada habisnya dan takan pernah membantu ketika terjadi resiko hidup. Mau sampai kapan, hidup terlihat keren diluar tetapi rapuh didalam?

Wajar kalau hidup itu untuk dinikmati.

Wajar kalau dalam 1 bulan sekali makan disebuah resto.

Wajar kalau kita butuh refreshing karena lelah dalam pekerjaan.

Wajar kalau kita sudah pantas untuk memanjakan diri.

Akan tetapi kewajaran tersebut menjadi tidak wajar akibat biaya rumah sakit, tabungan hasil jerih payah dalam bekerja selama bertahun-tahun habis tak tersisa. Tidaklah wajar akibat resiko hidup yang menimpa, Rumah, Mobil dan asset lainnya harus terjual. Tidaklah wajar jika tidak memiliki Asuransi, masa depan keluarga dan anak-anak harus gagal karena resiko hidup.

Lebih keren mana, Hidup Keren Dengan Asuransi atau Hidup Kere Tanpa Asuransi?  Silahkan diskusikan dengan keluarga demi masa depan mereka.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis,

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Sumber ide tulisan ini sebagian didapat dari status facebook sesorang yang tidak diketahui namanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s