Budaya Dan Asuransi

ngaben2

Posted by denjo

Bangsa Indonesia memilki keanekan ragaman adat dan budaya. Budaya juga melingkupi aktivitas berupa upacara-upacara adat seperti upacara kelahiran, upacara tiga bulanan, upacara pernikahan, upacara kehamilan, dan upacara kematian. Budaya dalam kategori tersebut, mempunyai makna yang berbeda dari sudut pandang ekonomi. “If culture is equal to ceremonial thing then it means sosial cost”.

Setiap perayaan atas nama adat dan budaya membutuhkan biaya yang besar. Pada pembahasan kali ini hanya akan membahas mengenai budaya upacara kematian salah daerah tertentu yang membutuhkan biaya sangat besar. Bagaimana risiko-risiko finansial yang ditimbulkan manusia sebagai mahluk sosial dapat dimutasikan dengan produk-produk finansial yang sudah ada, salah satunya asuransi. Asuransi jiwa merupakan salah satu produk yang seharusnya dimiliki pertama kali oleh seseorang yang sudah berpenghasilan tetap.

SIAPA YANG SEHARUSNYA MEMBUTUHKAN ASURANSI JIWA?

Berbicara tentang asuransi jiwa, beberapa pakar perencana keuangan pribadi menyatakan bahwa asuransi jiwa hanya dibutuhkan bagi orang yang sudah berkeluarga, terutama untuk kepala keluarga yang merupakan sumber pendapatan utama. Pernyataan ini sangat logis mengingat manfaat yang diperoleh asuransi jiwa dapat memberikan perlindungan bagi yang ditinggalkan oleh pencari nafkah dikeluarga tersebut. Apabila ayah merupakan satu-satunya sumber pendapatan di keluarga, meninggalnya ayah akan membuat keluarga tersebut kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya asuransi jiwa, akan tersedia uang pertanggungan yang dapat digunakan oleh keluarga tersebut sampai dengan keluarga memperoleh sumber penghasilan lainnya. Keluarga yang ditinggalkan akan dapat pula menggunakan uang pertanggungan yang didapatkan untuk memulai suatu usaha untuk menyambung hidup.

Selanjutnya, beberapa teori juga menyatakan bahwa tidak semua anggota keluarga diberikan asuransi jiwa. Tentu saja alasan utamanya adalah keterbatasan sumber daya finansial untuk membayar premi. Kita semua menyadari bahwa meninggal dunia adalah risiko setiap orang namun dampak dari meninggal dunianya seseorang berbeda-beda secara ekonomis. Meninggalnya seorang anak yang masih sekolah berbeda dengan meninggalnya seorang ayah yang masih aktif berkerja. Anak yang meninggal tidak akan mempengaruhi pendapatan yang diterima rumah tangga untuk berbulan-bulan yang akan datang. Hal ini tentu saja berbeda dengan meninggalnya seorang ayah yang merupakan tulang punggung utama. Dalam perencanaan keuangan keluarga, tidak selalu tersedia alokasi dana yang cukup untuk mengakomodasi premi asuransi jiwa untuk seluruh anggota keluarga. Oleh sebab itu, keputusan dalam menentukan siapa saja anggota keluarga yang wajib memiliki asuransi jiwa harus diambil secara bijaksana. Jangan sampai keluarga kekurangan makan gara-gara membeli premi asuransi jiwa.

MENGAPA SAYA MEMBUTUHKAN ASURANSI JIWA?

Alasan saya membutuhkan asuransi jiwa adalah karena saya orang Bali. Loh apa hubungannya? Hubungannya adalah terdapat risiko-risiko finansial yang akan disebabkan oleh kedudukan saya sebagai orang Bali. Baik di Bali khususnya maupun di beberapa daerah di Indonesia umumnya, mempunyai tradisi upacara pemakaman yang unik dan berbiaya mahal. Biaya yang akan saya/keluarga saya keluarkan ketika saya meninggal nilainya cukup besar. Di Bali, upacara pemakaman yang dikenal dengan upacara pengabenan orang yang meninggal membutuhkan dana sampai dengan ratusan juta rupiah. Biaya ini akan membebani keluarga saya apabila saya tidak mempunyai tabungan/aset yang cukup dan saya memang belum mempunyai tabungan/aset yang cukup untuk mengcover biaya tersebut. Hal yang paling dimungkinkan dilakukan oleh keluarga saya adalah meminjam uang untuk mengadakan upacara pemakaman saya. Peminjaman yang akan menimbulkan risiko penurunan kesejahteraan dimasa yang akan datang. Akan berbeda ceritanya apabila saya memilki asuransi jiwa, uang pertangunggan atas asuransi jiwa yang saya miliki dapat digunakan untuk meng-cover dana yang akan dikeluarkan ketika saya meninggal dunia. Pilihan yang cerdas ketika saya memilih untuk membeli asuransi jiwa pada saat saya tidak mempunyai cukup dana tunai untuk melaksanakan upacara kematian saya. Yang kedua, saya juga belum mempunyai aset yang dapat meng-cover biaya pemakaman saya ketika meninggal.

BERAPA UANG PERTANGGUNGAN YANG SAYA BUTUHKAN?

Alasan kebutuhan saya akan asuransi jiwa berbeda dengan kebanyakan orang. Alasan yang berbeda tentunya melahirkan jumlah uang pertanggungan yang berbeda. Idealnya, uang pertanggungan yang dibutuhkan dalam membeli asuransi jiwa adalah senilai 10 kali dari penghasilan tahunan orang yang diasuransikan (atau biasa disebut pihak tertanggung). Formula ini merupakan formula untuk alasan perlindungan finansial bagi pihak yang ditinggalkan.

Di lain pihak, saya membutuhkan asuransi jiwa untuk upacara pemakaman. Oleh sebab itu, nilai uang pertanggungan yang saya butuhkan senilai jenis upacara pemakaman yang saya inginkan dan tentunya disesuaikan dengan penghasilan bulanan saya. Untuk saat ini, saya menginginkan uang pertanggungan yang berkisar antara Rp100.000.000,00 sampai dengan Rp200.000.000,00 dengan premi dibawah Rp100.000/bulan.

KARAKTERISTIK ASURANSI JIWA APA YANG SAYA INGINKAN?

               

Tujuan dari pembelian asuransi jiwa juga akan memudahkan kita untuk menentukan kriteriat yang kita inginkan secara lebih spesifik. Tujuan utama saya adalah untuk melindungi saya dari risiko biaya pemakaman akibat meninggal dunia. Oleh sebab itu, saya akan mencari asuransi dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Asuransi Jiwa Term Life (preminya merupakan premi yang paling murah dibandingkan jenis yang lain)

  1. Manfaat asuransi mencakup meninggal dunia akibat sakit/kecelakaan ( hal ini penting untuk menjadi perhatian pada saat membeli asuransi. Beberapa asuransi jiwa berjangka hanya mengcover meninggal dunia akibat kecelakaan, Contohnya Jasa raharja. Berhubung fokus saya meninggal dunia, baik sakit dan kecelakaan merupakan dua risiko yang paling signifikan bagi meninggalnya saya).

  1. Pembayaran mudah dilakukan, lebih disukai jika bisa melalui auto debet atau tranfer. Lebih disukai lagi jika bank yang menjadi afiliasi sesuai dengan rekening bank saya. Saya kurang suka jika pembayaran harus menggunakan kartu kredit.

  1. Pendaftaran mudah dilakukan, kalo bisa beli via online lebih disukai. Biasanya agen asuransi tidak menyukai pembelian jenis term life. Sehingga pembelian polis asuransi jenis ini agak sulit dilakukan.

  1. Proses klaim yang mudah. Ini juga penting, jangan sampai ketika saya meninggal malah merepotkan orang lain.

Uraian panjang lebar diatas membuat kita menyadari bahwa tidak semua teori personal finance itu fit untuk setiap orang. Namanya saja personal, jadi bisa jadi sepersonal mungkin. Intinya, lingkungan dan budaya dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi risiko dan keputusan finansial yang akan kita ambil.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis,

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Sumber

http://satusensaja.blogspot.co.id/2015/11/budaya-dan-asuransi-jiwa-berburu.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s