Jangan Mencari Keuntungan Tetapi Menghindari Kerugian

mashlahat

Posted by denjo

Calon nasabah yang berprofesi sebagai seorang dokter sedang mengajukan Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ) syariah, yang sebelumnya sudah pernah mengalami sakit ringan ditahun 2010. Pihak underwriting meminta rekam medis jika ada, sebagai agen asuransi yang baik saya pun meminta apa yang diminta oleh pihak underwriting dengan mengirimkan melalui email. Saya melakukan follow up dengan tujuan agar nasabah cepat mengirimkan hasil rekam medis dengan tujuan agar terproteksi secara finansial/keuangan. Calon nasabah menundanya dengan alasan masih ragu terhadap sistem asuransi syariah, keraguan tersebut didapat dari You Tube, beberapa Ustadz berpendapat tentang haramnya asuransi syariah. Saya tidak ingin menuliskan nama beberapa Ustadz tersebut dengan tujuan menghindari perdebatan yang tak berujung.

Tanggapan saya terhadap calon nasabah tadi hanya mendengarkan nya sambil tersenyum dan juga tidak menentang pendapatnya. Karena saya sendiri memiliki polis asuransi jiwa dan kesehatan syariah dari Allianz Indonesia dengan produk Allianz Syariah Protection Plus, saya pun menceritakan alasan dan tujuan saya berasuransi syariah.

Sedikit cerita sebelum saya mengenal asuransi, sebagai manusia yang tak kebal dari rasa sakit saya pernah mengalami sakit syaraf kejepit pada bagian tulang punggung belakang dan harus dirawat selama 3 hari disalah satu rumah sakit swasta yang ada diJakarta. Membahas rawat inap dirumah sakit pastinya muncul biaya rawat inap yang harus dibayarkan pasien, disaat itu saya tidak memiliki uang apalagi fasilitas kesehatan seperti asuransi. Solusi nya saya harus pinjam kesanak saudara dan uang yang terkumpul belum berhasil menutupi biaya rawat inap dirumah sakit. Solusi terkahir cara cepat mendapatkan dana tunai untuk menutupi kekurangan biaya rawat inap adalah mengadaikan BPKB motor kepada seorang rentenir. Biaya rawat inap akhirnya tertutupi tetapi saya harus kehilangan motor karena bunga yang terlalu tinggi.

Dengan pengalaman diatas akhirnya saya sadar akan pentingnya berasuransi. Lalu apa tujuan saya berasuransi dan mengapa mimilih asuransi Allianz syariah?

Tujuan berasuransi syariah

  • Saling tolong menolong diantara peserta

Premi yang disetorkan saya anggap hangus dengan tujuan uang yang saya setor semoga bermanfaat untuk peserta lain yang sedang terkena musibah seperti sakit dan meninggal dunia.

  • Menghindari riba

Dari cerita diatas sepertinya kita dapat menyimpulkan jika seseoarng tidak memiliki asuransi syariah bisa terkena riba.

  • Menghindari kerugian

Dari cerita diatas sepertinya asuransi syariah dapat mencegah dari kerugian harta yang kita miliki.

Lalu bagaimana bisa nasabah hanya setor Rp2juta /perbulan dapat Uang Pertanggungan sebesar Rp.1 Miliar, apakah itu bukan riba? Dari mana uang tersebut? Tanya seorang calon nasabah.

Uang pertanggungan sebesar Rp.1Miliar tersebut adalah uang sumbangan dari beberapa peserta asuransi syariah lainnya.Karena system asuransi syariah bersifat tolong menolong diantara pesertanya.

Kesimpulan

Jika asuransi syariah sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengapa mengharamkannya?

Saat ini perkembangan ekonomi syariah semakin berkembang, marilah kita sama-sama mendukung sistem syariah sebagai kekuatan muamalah Islam.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s