Bukan Sakitnya Tetapi Biayanya

gw

Posted by denjo

Sebagai agen asuransi sangatlah senang apabila dapat membantu meringankan beban orang lain jika terkena musibah seperti sakit, tetapi terkadang orang lain mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap sebuah pekerjaan agen asuransi, menganggap bahwa pekerjaan agen asuransi menyumpahi mereka untuk sakit dan target/closing semata. Didalam hati kecil saya sebagai agen asuransi tidak ada niatan seperti itu, niat tulus saya hanya memberikan sebuah kesadaran dan pengertian akan pentingnya berasuransi baik bertemu langsung dengan orang sekitar (canvasing) ataupun  artikel yang saya buat untuk disebar melalui sosial media dengan harapan dibaca untuk menambah edukasi dan pengetahuan akan pentingnya berasuransi.

Membahas tentang sakit memang sebuah ujian yang diberikan oleh sang pencipta agar kita selalu ingat, bersyukur betapa nikmatnya sehat yang tidak bisa diukur oleh apapun dan sebagai penghapus dosa-dosa kecil. Memang benar tidak ada orang didunia ini yang kebal akan sakit, setiap orang pasti akan sakit baik ringan ataupun kritis dan kita tidak akan pernah tau hal itu kapan terjadi?. Harapan dan doa tentunya kita senantiasa sehat selalu.Aamiin.

Yang saya akan bahas disini bukanlah penyakitnya tetapi yang menjadi masalah sampai dengan saat ini adalah biaya untuk mengobati penyakit tersebut, karena kita semua tahu biaya rumah sakit itu mahal dan sering juga kita dengar banyak orang yang menjual harta mereka, meminjam uang ke orang lain atau sanak keluarga, bahkan mengharapkan sumbangan orang lain. Semua itu dilakukan demi kesembuhan dan barulah kita sadar bahwa sehat itu mahal dan sakit itu lebih mahal.

Sangatlah disayangkan apabila kesadaran berasuransi baru timbul disaat setelah terindikasi suatu penyakit dan baru menyadari mahalnya biaya perawatan dirumah sakit, hal ini terjadi terhadap calon nasabah saya yang sangat ingin memiliki sebuah polis asuransi dengan premi Rp. 2juta/bulan di usia 50tahun. Sebelum memiliki sebuah polis asuransi tentunya harus melalui proses pengisian form SPAJ (Surat Pengajuan Asuransi Jiwa) didalamnya ada beberapa pertanyaan informasi kondisi kesehatan calon peserta yang diasuransikan, pertanyaan tersebut antara lain:

Pernah dirawat atau sedang mendapatkan pengobatan dokter, mengkonsumsi obat secara rutin?

Jawab calon nasabah pernah dirawat bulan lalu dan dokter menyatakan terindikasi kanker payudara stadium 4 dan harus melakukan kemoterapi.

Dengan kondisi diatas tentunya tidak akan diterima jika telah terindikasi atau pernah menderita suatu penyakit maka proses pengajuan asuransi menjadi tidak mudah, karena calon nasabah akan diminta melampirkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dimiliki dan ditambah dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan tambahan yang diajukan oleh perusahaan asuransi, hingga perusahaan asuransi dapat memberi keputusan apakah pengajuan asuransi calon nasabah dapat diterima atau tidak. Keputusan menerima calon nasabah ‘tidak sehat’ yang sudah melewati serangkai proses seleksi dapat beragam, yaitu diterima dengan premi (biaya asuransi) dan uang pertanggungan sesuai pengajuan awal, diterima dengan premi (biaya asuransi) tambahan/ uang pertanggungan yang diturunkan dan atau diterima dengan pengecualian risiko penyakit yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut.

Saya tidak ingin menjadi agen asuransi “nakal” yang hanya mengharapkan komisi dengan menutupi riwayat kondisi kesehatan calon nasabah, walaupun nasabah meminta tolong dibantu proses pengajuannya, perusahaan asuransi akan menyetujui sebuah polis asuransi tetapi tidak akan membayar klaim jawab saya. Di dunia asuransi dikenal prinsip ‘itikad baik’ (Utmost Good Faith) yaitu prinsip saling percaya antara perusahaan asuransi dengan nasabahnya. Perusahaan asuransi percaya bahwa nasabah sudah menceritakan kondisi yang sebenar-benarnya pada saat pengajuan asuransi dan nasabah percaya bahwa perusahaan asuransi akan membayar sejumlah manfaat sesuai yang tercantum pada perjanjian bila terjadi risiko. tidak sesuai dengan pengajuan awal.

Kedua, kesadaran berasuransi muncul disaat terindikasi penyakit dan keadaan polis asuransi laps (tidak aktif), tadi pagi saya terima telepon dari nasabah saya yang polisnya sudah tidak aktif selama 2 bulan terakhir, beliau menanyakan bisakah saya menggunakan kartu cashless Allianz untuk rawat inap? Jawab saya tidak bisa dikarenakan kondisi polis asuransi dalam keadaan sudah tidak aktif.  Suka tidak suka harus mengeluarkan uang dari dompet pribadi, seandainya polis dalam keadaan aktif tentunya pihak asuransi yang akan membayar biaya rumah sakit tanpa menganggu dompet pribadi.

2 Contoh diatas adalah kisah nyata yang saya alami selama menjadi agen asuransi, semoga dengan tulisan yang saya buat, bisa merubah sudut pandang kita akan pentingnya asuransi sebelum terlambat. Bila kesadaran berasuransi muncul di saat usia masih tergolong muda dan masih sehat, maka selain proses pengajuannya lebih mudah dan cepat untuk diterima, premi (biaya asuransi) yang harus dibayar pun semakin murah. Berasuransi harus pintar dan cermat, pintar memiilih perusahaan asuransi seperti Allianz dengan kekuatan keuangan yang baik dan terpercaya, pilih memilih agen asuransi yang bertanggung jawab yang siap membantu bila terjadi klaim atau terjadi masalah dengan polis, cermat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan bayar, serta pilih produk dengan manfaat lengkap, perlindungan seumur hidup.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s