Asuransi Syariah Bukan Slogan

mes

Posted by denjo

Hadirnya asuransi syariah semakin diterima di masyrakat  saat ini. Hal tersebut disebabkan oleh kesadaran masyarakat untuk berprilaku bisnis secara ekonomi yang islami menjadi potensi pasar yang sangat potensial, ditambah lagi mayoritas penduduk Indonesia yang  beragama Islam.

Walaupun saat ini memang masih ada persepsi negatif yang berkembang di masyarakat tentang hukum asuransi syariah. Namun demikian, asuransi syariah tidak hanya menggunakan embel-embel nama syariah, tapi benar-benar menganut sistem syariah itu sendiri. “Bahwa asuransi syariah secara hukum halalan thaiyiban, karena pada prinsipnya tujuan asuransi syariah adalah tolong- menolong,”

5 Jenis Akad Dalam Ekonomi Islam

  1. Akad Tabarru

Peserta mengikhlaskan sejumlah dana untuk membantu peserta lainnya apabila ada yang mengalami musibah (sakit, cacat dan meninggal).

  1. Akad Wakalah (bil ujrah)

Perwakilan, penyerahan mandat dari pihak pertama (peserta) kepada pihak kedua (perusahaan asuransi) untuk melaksanakan kepentingan pihak pertama.

  1. Akad Mudharabah

Perjanjian Profit and loss sharing yang melibatkan antara dua pihak.

  1. Akad Musyarakah

Perjanjian (akad) antara dua pihak atau lebih dalam suatu usaha tertentu.

  1. Akad Wadi’ah

Menitipkan sesuatu kepada orang lain untuk dikelola, dijaga atau dipelihara. Keuntungan pengelola diperoleh dari sewa atau bagi hasil.

Akad Asuransi Syariah adalah akad saling tolong menolong antar sesama peserta asuransi. Fatwa DSN- MUI  No.21/DSN-MUI/X/ 2001 menyatakan bahwa akad inti dari asuransi syariah adalah HIBAH / CUMA-CUMA /SUMBANGAN. Asuransi syariah sering disebut menggunakan skema ta’aawun (saling nyumbang) atau ta’min (saling mengamankan) atau takaaful (saling menjamin) dan pada intinya semua itu adalah sumbangan. Berarti sifat sumbangan harus ikhlas tidak boleh mengharapkan sesuatu.

Kemana uang sumbangan tersebut?

Uang sumbangan yang terkumpul disepakati peserta untuk dikelola oleh perusahaan asuransi, sehingga bisa disumbangkan kepada yang berhak (semua peserta asuransi) dan dikelola dalam rangka bisnis agar menghasilkan imbal hasil. Sampai di sini maka uang dan pengelolaannya akan diatur atur oleh perusahaan dan perusahaan asuransi ini diberikan fee/Ujrah atas jual beli jasa pengelolaan dana asuransi.

Pembagian sumbangan ketika terjadi case tertentu (sakit kritis, cacat dan meninggal dunia)kematian, sehingga terjadilah klaim. Pembagian manfaat melalui klaim ini diatur atur oleh Perusahaan yang tentu dengan sepengetahuan dan persetujuan peserta asuransi.

Walaupun akadnya sumbangan yang ikhlas kepada sesama peserta, perusahaan lah yang memikirin agar semua peserta bisa tersumbang dan peserta fokus menyumbang aja. Apabila terjadi  klaim akan diambilkan dari porsi dana sumbangan, termasuk tambahan hasil dari porsi dana sumbangan yang dikelola oleh perusahaan.

Kesimpulan

Bahwa asuransi syariah adalah akad saling tolong menolong dan  premi yang dibayarkan adalah premi hibah dan bukan yang lain. Apabila ada unsur premi lain, maka itu bukan asuransi, namun akad lain yang dikelola oleh perusahaan asuransi.

Baca juga

Asuransi Syariah Bukan Hanya Tidak Haram, Tapi Juga Baik dan Mulia

Berasuransi Tidak Mengurangi Keimanan

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis.

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s