Berasuransi tidak mengurangi keimanan

syraiah

Posted by denjo

Berbicara asuransi memang sangat berhubungan dengan kehidupan iman kita. Di sisi lain, memberi ruang kompromi dengan mengikuti asuransi. Dengan berbagai alasan dan argumen yang juga masuk akal. Argumen-argumen yang terungkap seperti ini, tidak berhubungan dengan dosa. Kalau ikut asuransi tidak berbeda dengan menabung.

Argumen-argumen itu benar. Tetapi ada kalanya orang yang telah mengikuti asuransi jiwa itu telah menomorduakan iman. Artinya, orang tersebut tidak takut dengan kehidupan ekonomi keluarganya kalau dia tutup usia, karena ada asuransi yang akan menolong kehidupan ekonominya.

Masih hangat di ingatan kita bahwa ada firman yang mengajarkan agar kita tidak khawatir dengan hari esok. Lebih dari itu, firman Allah menjelaskan pada kita bahwa hidup ini semua telah diatur olehNya. Apa pun yang akan terjadi semuanya tidak lepas dari kuasaNya. Ada firman berkata sehelai rambut pun tidak akan jatuh kalau tidak seizin Allah. Artinya, Allah tidak akan membiarkan umatNya menderita kemiskinan atau pun terus dalam kemiskinan.

Apalagi orang yang memang benar-benar melakukan semua perintah Allah tidak akan pernah ditinggalkan atau dibiarkanNya. Burung di udara saja dipelihara apalagi umatNya yang setia.

Untuk itu jangan kita kuatir dengan kehidupan kita ini, Allah yang Maha penyayang tidak membiarkan umatNya jatuh dalam kemiskinan dan kesusahan.

Apa Sebenarnya Asuransi Jiwa Itu ?

Asuransi jiwa adalah sebuah usaha untuk berjaga-jaga seandainya suatu saat nanti seorang nasabah mengalami sakit kritis, kecelakaan hingga mengakibatkan nyawanya hilang atau sebut saja meninggal dunia. Lalu apa yang akan terjadi pada keluarga yang ditinggalkan adalah kesengsaraan dan kesulitan ekonomi.

Mengapa hal ini sampai terjadi?

Mungkin karena secara sederhana bahwa dengan perginya kepala keluarga maka pendapatan keluarga pun menurun dan bahkan mungkin tidak akan pernah ada lagi sejumlah uang yang masuk ke dalam perbendaharaan keuangan keluarga tersebut. Namun sebagai seorang ibu yang telah ditinggalkan oleh sang suami, terpaksa harus bekerja mencari uang guna memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Asuransi jiwa hadir untuk memastikan bahwa kesejahteraan keluarga tidak menurun, bahkan pendapatan keluarga pun bisa tetap stabil. Namun demikian asuransi jiwa hadir tidak hanya untuk memastikan hal itu saja, tetapi turut juga melindungi nasabahnya dari segala bentuk sakit penyakit yang mungkin akan dideritanya di masa yang akan datang.

Dengan melindungi nasabah yang menderita sakit parah, misalnya jantung, gagal ginjal, stroke dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Selain itu asuransi juga meng-cover kliennya yang mengalami kecelakaan, misalnya kecelakaan saat berpergian dengan kendaraan umum, kecelakaan pesawat terbang komersial, kebakaran di gedung umum, elevator yang bermasalah dan lain sebagainya.

Apabila nasabah yang mengalami kecelakaan yang telah disebutkan diatas, tetapi tidak sampai kehilangan nyawanya, hanya mengalami cacat permanen pada bagian tubuh tertentu sehingga membuat dirinya tidak bisa bekerja lagi, maka pihak asuransi akan memberikan santunan berupa sejumlah uang untuk biaya rumah sakit dan jika ada sisanya dapat digunakan sesuai keinginan dari sang klien itu sendiri.

Mungkin sisanya itu dapat membuka usaha agar dapat terus menghasilkan uang bagi keluarganya. Bahkan untuk beberapa anggota tubuh yang vital misalnya tangan, kaki, bahkan ruas jari itu ada hitung-hitungan harganya yang akan dibayarkan oleh pihak asuransi sebagai ganti rugi.

Namun bila nasabah harus mendapat rawat inap di rumah sakit yang lebih dari dua malam, maka pihak asuransi juga akan mengeluarkan dana untuk biaya inap rumah sakit sebanyak. Selain itu premi yang disetorkan oleh nasabah dapat diambil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pihak asuransi.

Dengan kata lain asuransi juga hampir sama fungsinya dengan tabungan. Pada intinya asuransi hanya bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan oleh sang kepala keluarga. Sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak akan mengalami kesengsaraan yang berkepanjangan. Hal ini terbukti juga dengan tidak adanya seorang istri ada anggota keluarga manapun yang menolak pemberian klaim asuransi jiwa.

Info selanjutnya : Suhardeni 0812 8263 0856

Artikel terkait

Asuransi upaya menyempurnakan ikhtiar

Asuransi jiwa unitlink

Cara mendaftar polis allisya

2 pemikiran pada “Berasuransi tidak mengurangi keimanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s