Berat berasuransi

gajah

Posted by denjo

Masih terasa berat berasuransi?
Hmmm… apa sich yang menjadikan berat?
Besaran uang Premi yang harus dibayarkan?

Yuk, coba kita bahas satu persatu kenapa orang-orang masih merasa berat berasuransi!

1. Berat Premi Yang Dibayarkan

Premi adalah nilai yang tercantum dalam polis yang disetujui oleh pemegang polis, untuk dibayarkan kepada perusahaan asuransi agar polis tetap aktif. Seorang peserta asuransi sebelum memilih produk dan setuju mengikuti asuransi harus bisa mengukur kemampuan financial yang dimiliki agar besaran Premi yang dibayarkan tidak memberatkan. Jangan karena menginginkan Uang Pertanggungan (UP) ataupun nilai manfaat lain yang banyak dan besar nilai uangnya lantas mengabaikan kemampuan finansialnya. Jadi pilihlah perusahaan asuransi yang menawarkan produknya dengan besaran Premi yang terjangkau dan tak membebani!

2. Ribet Mengurus Klaim Pengurusan klaim membutuhkan kelengkapan administrasi.

Selama administrasi terpenuhi semua, tak ada alasan bagi Perusahaan Asuransi untuk tidak membayarkan hak/klaim dari nasabahnya. Dalam Undang-undang Asuransi, ada sanksi bagi Perusahaan Asuransi bila tak memenuhi kewajiban kepada nasabahnya dalam pemenuhan hak-haknya yang sudah tertera dalam perjanjian di Polis. Kita bisa melaporkan kepada YLKI (Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia), AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bila ada wanprestasi dari Perusahaan Asuransi bahkan tuntutan ke ranah hukum.

3. Janji Tak Sesuai Harapan

Dalam Kode Etik Asuransi, seorang Agen harus menjelaskan sejelas-jelasnya apa yang menjadi kewajiban dan hak nasabah. Tidak boleh menipu dengan janji-janji yang tidak ada dalam klausul manfaat yang akan diterima nasabah. Maka, nasabah pun harus benar-benar cermat dan teliti lagi apa yang menjadi kewajiban dan haknya berupa manfaat yang akan diperoleh dan pengecualian apa saja yang bisa membatalkan nilai manfaat.

Ada sebuah kasus, seorang peserta asuransi tak bisa mendapatkan haknya dari Perusahaan Asuransi yang diikutinya lantaran ulah Agen yang menawarinya masuk asuransi ternyata menggelapkan uang setoran premi. Padahal seorang Agen tidak boleh hanya menjual/ memasarkan produknya dan meninggalkan begitu saja nasabah yang sudah masuk. Pelayanan seelah masuk pun menjadi bagian tanggung jawabnya untuk membantu nasabah bila mengalami sesuatu hal sehingga nasabah puas dan image Perusahaan Asuransi tempatnya bekerja pun positif citranya.

Karenanya, peserta pun harus cek ke Perusahaan Asuransi yang diikutinya untuk memastikan Premi yang dibayarkan telah diterima sehingga Polis tidak hangus. Untuk ulah Agen yang “nakal”, sebenarnya bisa dituntut sesuai hukum perundangan yang berlaku.

Dalam UU Nomor 2 Tahun 1992 tentang Perasuransian dan PP No.73 Tahun 1992 ditegaskan Barang siapa yang menggelapkan Premi asuransi diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau dendapaling banyak Rp 2.500.000.000 (Dua milyar limaratus juta rupiah). Oknum Agen Asuransi tersebut bisa dicabut lisensinya sebagai Agen yang dikeluarkan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan masuk Daftar Agen Asuransi bermasalah (black list).

4. Peserta Memanipulasi Data

Kegagalan klaim asuransi juga bisa karena kesalahan pihak peserta yang menutupi keadaan sebenarnya. Misal tidak memberitahukan penyakit yang diidapnya sehingga ketika terjadi klaim, Pihak Perusahaan Asuransi menemukan data yang bersangkutan memiliki medical record penyakit tersebut sudah lama dideritanya. Akibatnya, klaim batal untuk penyakit yang diidapnya.

Dalam pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, secara tegas menyatakan klausul Non Disclosure yaitu: ”Setiap keterangan yang keliru atau tidak benar, atau pun setiap tidak memberitahukan hal-hal yang diketahui oleh si tertanggung, betapa pun itikad baik ada padanya. Yang demikian sifatnya sehingga seandainya si penanggung telah mengetahui keadaan yang sebenarnya, perjanjian ini tidak akan ditutup atau tidak ditutup dengan syarat-syarat yang sama, mengakibatkan batalnya pertanggungan.

” Jadi, bila asuransi sangat penting untuk diri kita maupun orang-orang yang kita sayangi. Berat berasuransi hanyalah akan menambah berat beban finansial yang harus ditanggung bila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Info selanjutnya : Suhardeni 0812 8263 0856

Artikel terkait :

Asuransi itu penting

Dimana membeli asuransi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s