5 Hal Yang Wajib Diketahui Seputar Asuransi Penyakit Kritis

payung

Posted by denjo

Proteksi terhadap diri dan keluarga merupakan hal yang wajib dilakukan sebagai bukti sayang Anda kepada mereka. Salah satunya dengan cara memproteksi diri dari penyakit kritis yang berpeluang mengacaukan agenda cemerlang di masa depan. Siapa yang tahu kapan penyakit kritis itu datang? Tapi jika Anda sudah memiliki asuransi, Anda tidak perlu menggunakan uang tabungan ataupun meghabiskan asset berharga untuk biaya pengobatan yang tinggi dan melelahkan.

Tapi, Jangan sampai Anda melakukan tindakan gegabah dengan mengabaikan detail informasi dan perjanjian yang tertera dalam proses pembelian Asuransi Penyakit Kritis. Ini dia Lima Fakta yang Wajib Anda Ketahui Seputar Asuransi Penyakit Kritis. Fakta-Fakta ini akan menjadi panduan Anda ketika memutuskan untuk membeli produk asuransi istimewa ini.

  1. Asuransi Penyakit Kritis sangat penting tapi kerap diabaikan

Banyak orang menganggap, asuransi jenis ini tidak efektif karena diberikan kepada orang sekarat. “Percuma kalau pada akhirnya meninggal, kenapa baru diberi uang asuransi?”, begitulah pertanyaan umum yang dibarengi pandangan sinis seputar Asuransi Penyakit Kritis.

Pandangan tersebut harus segera direvisi karena justru di saat kritislah uang tersebut akan sangat berguna. Bukan hanya untuk mendukung biaya pegobatan, tapi juga mengganti biaya pengobatan sebelumnya yang telah dibayarkan. Tidak habis di sana, uang Asuransi Penyakit Kritis juga bisa dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membayar utang.

  1. Efektif sebagai pendukung asuransi yang telah dikantongi

Penyakit kritis seperti kanker, gagal ginjal, jantung, stroke, dan penyakit kritis lainnya membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar. Biayanya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Asuransi kesehatan yang Anda miliki mungkin saja tidak mencukupi biaya pengobatan. Makanya, keberadaan Asuransi Penyakit Kritis bisa sangat berguna agar biaya pengobatan tidak mengganggu uang tabungan atau asset Anda. Makanya, ia berfungsi bukan sebagai pertolongan pertama dalam proses pengobatan, tetapi pertolongan lanjutan yang sangat cemerlang.

  1. Bisa menutupi biaya pemulihan penyakit, sambil mengganti penghasilan yang hilang

Anda mungkin terjangkit penyakit kritis di usia produktif, atau mengalami kecelakaan tak terduga hingga kejadian itu mengantarkan Anda ke situasi kritis. Di dalam momen tersebut, pasti kegiatan bekerja menjadi terganggu, bahkan bisa sampai tidak berpenghasilan. Keberadaan Asuransi Penyakit Kritis dapat berfungsi sebagai pengganti gaji Anda ketika terbaring, juga akan siap membiayai Anda yng sakit hingga proses pemulihan usai.

  1. Dicairkan dalam bentuk uang tunai

Inilah keunggulan Asuransi Penyakit Kritis, di mana uang pertanggungan akan dibayarkan dalam bentuk tunai. Tentu saja pencairan dana terjadi jika Anda telah memenuhi syarat dan ketentuan sebagaimana perjanjian di awal. Karena dia berbentuk uang tunai, Anda jadi tidak perlu repot untuk menngalokasikan dana sesuai kebutuhan. Uang tersebut bisa Anda pakai untuk biaya berobat, bayar utang, biaya hidup, biaya sekolah keluarga maupun untuk berlibur. Terserah Anda!

  1. Cermat dan Pelajari Segala Ketentuan

Inilah yang kerap mengundang kekecewaan dan kesalahpahaman, yakni ketika Anda tidak cermat mempelajari syarat dan ketentuan pencairan uang pertanggungan. Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan masing-masing terkait masa berlaku premi maupun suarat dan ketentuan lainnya. Makanya, Anda harus cermat dan teliti agar sebagai konsumen asuransi Penyakit Kritis, Anda bisa memeroleh uang pertanggungan ketika dibutuhkan.

Demikianlah lima hal yang wajib diketahui seputar Asuransi Penyakit Kritis sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pembelian. Kami juga menyediakan informasi berharga seputar Asuransi syariah yang berpotensi menentramkan jiwa.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis,

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

4 Cara Cermat Memilih Asuransi Penyakit Kritis

cermat

Posted by denjo

Kejadian apapun di masa depan adalah misteri. Terkadang ia bisa diprediksi berdasarkan perilaku kita di masa kini. Tapi ada juga peristiwa di masa depan yang tak terduga. Hari ini kita bisa saja bersikap tenang dan tersenyum bahagia. Tapi cerita hidup selalu berwarna sehingga musibah yang salah satunya berupa kedatangan penyakit kritis bisa datang kapan saja.

Membeli produk asuransi untuk perlindungan diri jangan sampai dipahami sebagai perilaku yang menyimpang karena berpotensi bergantung pada selain sang pencipta. Tidak! Pandangan tersebut salah besar sebab manusia diinstruksikan untuk berikhtiar meminimalisir segala susah hati yang diterima di alam dunia. Salah satunya yakni dengan mengambil asuransi penyakit kritis agar kita siap secara batin dan finansial menghadapi kejadian buruk yang datang semaunya.

Asuransi Penyakit Kritis merupakan salah satu bentuk pengembangan produk perusahaan asuransi sebagai pilihan agar masyarakat dapat mengelola keuangan secara bijak. Asuransi jenis ini memberikan santunan terhadap para pemegang polis yang mengajukan klaim, setelah ia terdiagnosis didera penyakit kritis. Di antara penyakit kritis tersebut yakni penyakit jantung, tumor, kanker, dan ginjal.

Asuransi Penyakit Kritis dalam Catatan Sejarah

Sebagaimana dilansir dari situs berita kompas.com, Asuransi Penyakit Kritis dibuat pertama kali oleh dr Marius Barnard di Afrika Selatan pada 6 Oktober 1983. Produk tersebut kemudian diterima di banyak Negara karena terbukti bermanfaat di saat datang kejadian tak terduga.

Termasuk Indonesia, sejumlah perusahaan asuransi menawarkan Asuransi Penyakit Kritis seiring dengan tingginya kepedulian masyarakat akan antisipasi kejadian tak terduga. Penggunaan Asuransi Penyakit Kritis akan menyelamatkan asset berharga milik pribadi seperti tabungan rutin atau investasi lainnya.

Penyakit Kritis atau Critical Illness mengandung definisi sebagai penyakit yang sudah kritis, kronis, atau lanjut sehingga bisa dikatakan tidak dapat atau kecil harapan untuk kembali ke keadaan normal. Kebanyakan dari penanganan penyakit ini bersifat darurat, harus cepat, dilakukan secara bertahap dan biayanya mahal.

Bukan hanya itu, proses penyembuhannya pun sangat berliku semisal harus menjalani diet ketat. Risiko dari pasien penderita penyakit kritis yakni hilangnya kemandirian hidup, cacat hingga meninggal dunia. Sejumlah penyakit kritis yang kerap menjadi sorotan para pembeli premi di antaranya stroke, serangan jantung, kanker dan gagal ginjal. Tentu saja masih banyak penyakit lainnya yang berpotensi menjadi kritis dan tidak boleh luput dari kewaspadaan.

Dengan memiliki Asuransi Penyakit Kritis, biasanya kita beranggapan sudah merasa aman sepenuhnya jika nantinya melakukan klaim. Saran Kami, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat bila Anda belum cermat. Jangan malas membaca ketentuan yang terdapat dalam perjanjian asuransi tersebut. Sebab, salah kaprah dalam memaknai layanan Asuransi Penyakit Kritis malah akan menimbulkan kesalahpahaman yang berpeluang merepotkan.

Cermat Sebelum Membeli Asuransi Penyakit Kritis!

Berikut ini sejumlah hal yang penting untuk dicermati sebelum Anda membeli Asuransi Penyakit Kritis:

  1. Cermati kapan masa polis berakhir

Aturan dan kebijakan dari perusahaan asuransi yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. berbeda dengan perusahaan asuransi lainnya, terutama dalam hal waktu berakhirnya polis. Pengakhiran polis dapat dilakukan oleh pemegang polis atau perusahaan asuransi. Ada juga pengakhiran polis secara otomatis, yaitu jika tertanggung meninggal dunia, berakhirnya program asuransi, atau pembayaran premi terhenti.

  1. Perhatikan syarat dan ketentuan pembayaran uang pertanggungan

Ketika Anda pertama kali divonis menderita salah satu penyakit kritis, bisa jadi Anda tidak secara otomatis dapat mencairkan uang pertanggungan akibat dari ketentuan perusahaan asuransi di awal perjanjian. Ada syarat lain yang harus dipenuhi makanya jangan sampai luput dari perhatian agar selanjutnya dipersiapkan.

  1. Teliti secara detail ketentuan pencairan uang pertanggungan dari penyakit kritis yang berbeda-beda.

Sejumlah perusahaan asuransi menetapkan aturan yang berbeda-beda untuk setiap penyakit kritis. Sebagai contoh, ada perusahaan asuransi yang mencairkan dana pertanggungan jika telah terjadi kegagalan ginjal, atau ketika kondisi fisik benar-benar dinyatakan kritis. Jadi, ketika misalnya ginjal Anda belum “gagal” tapi terus mengeluarkan biaya pengobatan, uang pertanggungan dari asuransi tidak akan cair.

  1. Waspadai juga uang pertanggungan yang tumpang tindih. Misalnya, kita sebagai nasabah pada tahun kelima didiagnosis terkena penyakit ginjal. Uang pertanggungan cair, tapi bisa jadi uang pertanggungan jiwa tidak diberikan karena ternyata sudah termasuk dengan uang pertanggungan penyakit kritis.

Cermat memilih produk Asuransi Penyakit Kritis akan mencegah Anda dari rasa kecewa di kemudian hari. Meski tampak berbelit-belit dan membingungkan, Anda harus selalu menyimak syarat dan ketentuan yang berlaku. Akan lebih aman dan menenangkan lagi ketika Anda mengimbangi kecermatan tersebut dengan memilih produk asuransi berbasis syariah persembahan dari Allianz Syariah alias Allisya.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis,

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Mengerti Dahulu Sebelum Membeli Asuransi Penyakit Kritis

asuransi penyakit kritis

Posted by denjo

Anda berhak mendapatkan proteksi terbaik, agar agenda mempersiapkan hari depan tidak terganggu dengan musibah semisal penyakit kritis yang bisa datang tanpa mengenal tempat dan waktu. Untuk itulah, asuransi penyakit kritis sangat penting, meskipun Anda telah menjadi anggota asuransi untuk layanan proteksi lainnya.

Meski begitu, Anda pastinya seorang pembeli produk asuransi yang cerdas dan bijak sehingga membutuhkan informasi akurat seputar Asuransi Penyakit Kritis. Dengan mengetahuinya, proses pembelian serta pembayaran premi rutin Anda akan terasa ringan sebab aman dan terpercaya.

Apa, sih, yang dimaksud Asuransi Penyakit Kritis?

Asuransi penyakit kritis merupakan layanan jasa antisipasi yang memberikan manfaat berupa Uang Pertanggungan pada nasabah yang telah didiagnosis mengalami penyakit kritis. Uang Pertanggungan tersebut dapat digunakan untuk biaya berobat maupun kebutuhan lainnya yang terganggu akibat penyakit yang diderita.

Terdapat sejumlah persyaratan khusus yang harus dipenuhi agar klaim bisa dicairkan. Makanya jangan sampai Anda salah kaprah terhadap definisi Penyakit Kritis. Hal terpenting yang paling jelas dari definisi penyakit kritis yakni keterangan resmi dari dokter bahwa Anda mengidap penyakit kritis dan harus segera dilakukan tindakan pengobatan demi kesembuhan.

Definisi Penyakit Kritis

Penyakit Kritis atau Critical Illness artinya penyakit yang sudah kritis, kronis, atau lanjut sehingga bisa dikatakan tidak dapat atau kecil harapan untuk kembali ke keadaan normal. Disadari atau tidak, penyakit jenis ini datang perlahan-lahan, memerlukan waktu lama dari segi pengobatan, proses penyembuhannya bertahap disertai perubahan gaya hidup dan pola diet.

Penyakit kritis dapat menyebabkan hilangnya kemandirian hidup hingga berujung kematian. Salah satu contoh penyakit kritis yakni gagal ginjal yang merupakan penyakit lanjutan atau komplikasi dari diabetes, maka ia bisa didefinisikan sebagai penyakit kritis.

Sejumlah penyakit kritis yang kerap menjadi sorotan para pembeli premi yakni stroke, serangan jantung, kanker dan gagal ginjal. Tentu saja masih banyak penyakit lainnya yang berpotensi menjadi kritis dan tidak boleh luput dari kewaspadaan. Penyakit tersebut bisa datang kapan saja dan di mana saja, makanya harus disambut dengan segenap persiapan matang, yakni dengan memproteksi keuangan dengan Asuransi Penyakit Kritis.

Meskipun jika melihat faktanya, kebanyakan orang atau mungkin termasuk diri kita sendiri baru mengetahui kondisi penyakit ketika sudah tahap lanjut atau kritis. Pada awalnya kita merasa kondisi fisik sehat-sehat saja, tidak terlalu terasa karena terlena dengan rutinitas harian, atau mungkin tidak sengaja diabaikan. Lantas penyakit tersebut datang secara tiba-tiba datang dan membuat kita panik sejenak.

Ada pula penyakit kritis yang sudah diprediksi kedatangannya karena kebiasaan buruk sehari-hari. Apalagi gaya hidup zaman sekarang ini kerap membuat kita tergoda untuk menjalani gaya hidup tidak sehat. Hal-hal yang menjadi penyulit kedatangan penyakit kritis di antaranya stress pekerjaan, polusi udara, merokok, kurang olahraga, mengonsumsi makanan sembarangan atau terbiasa berpikir negatif.

Perilaku tersebut sedikit demi sedikit menimbun energi negative yang bermutasi menjadi penyakit misalnya kadar gula darah tidak normal, asam urat, kolesterol, penumpukan lemak dan penyakit lainnya yang berperan memicu timbulnya penyakit kritis.

Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Di kondisi inilah Asuransi Penyakit Kritis tampil membantu Anda untuk membayarkan klaim saat kondisi sakit tahap lanjut atau tahap kritis, dengan syarat kita sudah membeli produk asuransi tersebut jauh-jauh hari. Bahkan ada juga asuransi penyakit kritis yang menanggung penyakit kritis dari tahap awal (contohnya CI100), bergantung dari kebijakan perusahaan asuransi yang dipilih.

Berikut ini uraian manfaat asuransi kritis sebagai bahan pertimbangan Anda sebelum membeli:

  • Membiayai pengobatan dan perawatan penyakit kritis, baik di dalam maupun di luar rumah sakit, serta mengganti biaya pengobatan yang telah dikeluarkan
  • Meng-cover penghasilan yang hilang akibat terganggu oleh penyakit kritis yang diderita
  • Tidak hanya dialokasikan untuk biaya pengobatan, tapi juga untuk biaya kebutuhan sehari-hari
  • Menambah dana asset keluarga ataupun dimanfaatkan untuk melunasi utang.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis,

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Belum Membeli Karena Belum Mengerti

menu

Posted by denjo

Hidup di dunia akan semakin berarti apabila Anda menjalani keseharian dengan prinsip saling peduli dan tolong menolong. Prinsip ini dapat Anda realisasikan secara nyata jika Anda bergabung dalam layanan asuransi Allianz Syariah atau disingkat Allisya.

Jangan dulu berhenti membaca sebab ini bukan sekadar iming-iming palsu. Mungkin Anda bertanya-tanya apa kaitannya program asuransi yang notabene kegiatan proteksi diri, dengan aksi tolong menolong sesama manusia. Di sini Anda bisa temukan jawabannya. Proses mencari tahu atau tabayyun sangatlah penting sebelum mengambil keputusan.

Jangan sampai Anda mendahulukan sifat defensif, buru-buru menolak bergabung dengan layanan asuransi karena klaim negatif tanpa dasar, padahal sesungguhnya keikutsertaan Anda dalam asuransi berbasis syariah akan sangat menolong Anda berikhtiar mengantisipasi segala kemungkinan buruk di masa depan.

Yuk, Kenalan Dulu sama Allisya!

Allianz Syariah atau disingkat Allisya merupakan salah satu dari produk Allianz yang hadirnya berangkat dari semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan perekonomian secara islami. Terlebih jumlah umat Muslim Indonesia adalah mayoritas. Kehadiran Allisya menjawab keinginan masyarakat yang tinggi untuk mengelola keuangan dengan penuh berkah.

Allisya tidak sekadar nama “Syariah” tapi benar-benar menerapkan sistem tersebut secara sempurna. Sederhananya, Allisya memungkinkan Anda untuk menjadi bagian dari komunitas umat yang saling tolong-menolong. Sejenak Anda berperan menjadi penolong dengan membayar premi secara rutin, sejenak kemudian mungkin Anda berada di posisi ditolong ketika ingin mencairkan premi.

Lebih lanjut, terdapat Lima Akad dalam asuransi berbasis syariah yang mengacu pada sistem ekonomi Islam, di antaranya:

  1. Akad Tabarru, di mana peserta mengikhlaskan sejumlah dana untuk membantu peserta lainnya apabila ada yang mengalami musibah (sakit kritis, cacat atau meninggal).
  2. Akad Wakalah (bil ujrah) atau Perwakilan. Akad semacam ini yakni penyerahan mandat dari pihak pertama (peserta) kepada pihak kedua (perusahaan asuransi) untuk melaksanakan kepentingan pihak pertama.
  3. Akad Mudharabah, yakni perjanjian profit dan loss sharing yang melibatkan antara dua pihak.
  4. Akad Musyarakah yakni perjanjian antara dua pihak atau lebih dalam suatu usaha tertentu.
  5. Akad Wadi’ah yakni menitipkan sesuatu kepada orang lain untuk dikelola, dijaga atau dipelihara. Keuntungan pengelola diperoleh dari sewa atau bagi hasil.

Dengan akad tersebut, peserta asuransi dan perusahaan asuransi melakukan akad atau perjanjian di mana uang premi yang terkumpul dipercayakan untuk dikelola oleh perusahaan asuransi untuk selanjutnya bisa disumbangkan kepada yang berhak (semua peserta asuransi). Uang tersebut juga dikelola dalam bisnis yang halal agar menghasilkan imbal hasil yang nantinya dibagi bersama dengan ketentuan tertentu.

Pembagian sumbangan ketika terjadi  kasus tertentu, misalnya sakit kritis, cacat dan meninggal dunia ditandai dengan klaim. Pembagian manfaat melalui klaim ini diatur oleh Perusahaan Asuransi secara transparan sehingga peserta asuransi dapat mengetahuinya. Di sisi lain, peserta bisa tenang membayar sumbangan rutin sekaligus bisa melakukan klaim sewaktu-waktu tanpa harus mengganggu uang tabungan atau rancangan persiapan masa depan masing-masing.

Keunggulan Allisya

  • Bebas memilih cara pembayaran secara bulanan, kuartalan, semester, atau tahunan.
  • Manfaat asuransi bila terjadi musibah berupa santunan asuransi plus nilai investasi.
  • Bebas menentukan masa pembayaran premi.
  • Anda dapat menambahkan dana untuk meningkatkan investasi kapanpun bila diinginkan.
  • Anda dapat melakukan penarikan dana untuk memenuhi kebutuhan financial atau dalam keadaan darurat.
  • Anda dapat membuat sendiri rencana keuangan keluarga sesuai kebutuhan dan mereviewnya kapanpun diperlukan.
  • Anda dapat menambahkan jenis perlindungan lainnya kapanpun dibutuhkan seperti santunan kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap total atau meninggal baik bagi Anda atau pasangan Anda.
  • Anda dapat mengikut sertakan program ini untuk anak-anak, pasangan, saudara kandung, dan keluarga Anda lainnya.

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

Menolak Yang Halal dan Mengharamkannya

halal

Tidak sedikit yang bertanya pada kami, “Pak, bagaimana mengatasi keberatan prospek yang mengatakan bahwa asuransi syariah tetap haram, asuransi syariah sama saja dengan konvensional, padahal mereka sudah mengaji?” Kami mengamati bahwa keberatan tersebut karena kebelum-pahaman calon peserta asuransi syariah. Dan Anda tahu, kami juga mengamati, kebelumpahaman diperkuat oleh perilaku agen asuransi syariah itu sendiri…

Ada anggapan dari beberapa agen, yang pernah saya jumpai, yang mengatakan bahwa orang-orang yang mengikuti pengajian tertentu tidak perlu dikunjungi karena susah closing nya. Dan para agen asuransi syariah akan berubah pikiran ketika mengikuti pengajian tersebut, intinya kita sibuk beranggapan dan kita sibuk berasumsi. Kita tahu bahwa pekerjaan kita ini memiliki risiko ditolak banyak orang.

Dari pada sibuk berasumsi, akan lebih baik ketika kita berusaha mengkoreksi diri. Untuk itu sekarang cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan saya ini;

  1. Apa itu asuransi?
  2. Apa hukum asuransi dalam fiqh muamalah? (Wajib? Sunnah? Mubah? Makhruh? Haram?)
  3. Apakah ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini selain menggunakan asuransi?
  4. Apakah calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya?
  5. Apakah yang Anda lakukan (agen) sudah benar-benar mengikuti syariah?

Apakah Anda sudah bisa menjawab semua pertanyaan?

Mari kita jawab satu persatu,

Apa itu Asuransi? 

“Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.” Kitab Undang-Undang Hukum Dagang pasal 246Perhatikanlah kata-kata tercetak tebal, karena dasar itulah maka akad asuransi konvensional disebut jual beli. Dan akad ini adalah batil (haram) dalam  syariah. Ya Akhi (Wahai Saudaraku)! Sepanjang sepengetahuan saya, mereka adalah orang yang takut akan dosa dan merindukan surga. Anda menawarkan asuransi konvensional, pasti mereka tolak. Lalu mengapa mereka masih juga menolak asuransi syariah?

BISA JADI, mereka belum melihat dan belum paham perbedaan asuransi syariah dari asuransi konvensional. Sangat mungkin ini terjadi karena cara Anda menjelaskan sama saja dengan agen-agen asuransi konvensional. Itu mengapa mereka tidak bisa melihat perbedaan dari keduanya. Anda tahu? Dakwah itu bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menunjukkan akhlak yang sesuai dengan ilmu yang Anda sampaikan.

Apa hukum asuransi dalam fiqh muamalah? (Wajib? Sunnah? Mubah? Makhruh? Haram?)

 اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ

Hukum asal menetapkan syarat dalam mu’âmalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil (yang melarangnya), kaidah fiqh ini kami kutip dari situs almanhaj.com yang disebutkan disana bahwa diperbolehkan bermuamalah dengan persyaratan kecuali persyaratan yang dilarang. Insyaa Allah di lain kesempatan kita bisa membahas apakah diantaranya persyaratan yang dilarang dalam muamalah.

Asuransi itu (yang syariah lho ya…) hukum nya boleh dan bukan wajib. Maka ketika kita mengatakan pada para saudara kita yang sudah mengkaji sunnah dengan kata-kata, misalnya “Kamu HARUS berasuransi ketika muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, dan selanjutnya…dan selanjutnya.”  Maka kalimat dengan kata harus itu akan sangat berbenturan dengan keyakinannya. Yang harus itu kan yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya sedangkan asuransi adalah hasil kajian dari pemahaman praktik muamalah yang sesuai kaidah-kaidah syar’i sehingga sangat mungkin fungsi asuransi bisa digantikan dengan cara yang lain, misalnya dengan menabung, atau investasi, atau meminta bantuan keluarga atau sanak saudara. Memang setiap cara ada kelebihan dan kekurangan dan di sisi inilah agen bisa menjelaskan semua alternatif kemudian menjelaskan keunggulan asuransi syariah tanpa harus melebih-lebihkan dan atau mengurangi kelebihan alternatif lain.

“Antum tidak harus berasuransi karena masih ada cara-cara lain, dan ana (saya) sudah jelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan yang lebih penting dari semua itu adalah ukhuwah kita agar tetap terjaga. Oh iya, antum udah tau ada kajian muamalah oleh ustadz fulan di Islamic Center Bekasi? Kalo belum ada acara yuk kita pergi bareng.”

Skrip diatas mungkin bagi sebagian Anda tidak menguntungkan karena tidak diakhiri penutupan (closing) penjualan. Tetapi tahukah Anda, terburu-buru malah akan membuat kerugian di pihak kita. Dia akan sulit untuk kita jumpai lagi dan kita tidak lagi punya akses ke komunitasnya.

Apakah ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini selain menggunakan asuransi?

Bisa! Walaupun tentu ada kelebihan dan ada pula kekurangannya.

Pertama adalah, TABUNGAN. Caranya, Anda menabung dalam jumlah yang cukup lalu kemudian tabungan tersebut dapat dimanfaatkan jika Anda memerlukan biaya rumah sakit atau lainnya. Berapa jumlah yang cukup itu? Tidak ada patokan, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apa kelebihannya? Yaitu Anda tahu bahwa tabungan itu sangat mudah untuk dicairkan sedangkan menggunakan asuransi, maka kita butuh beberapa saat menunggu  dan jumlahnya adalah, paling tidak, sebesar apa yang sudah Anda setorkan sehingga Anda tahu berapa dana yang Anda bisa manfaatkan. Asuransi juga memiliki kepastian nominal pertanggungan namun beberapa kali persetujuan klaim, karena beberapa faktor yang tidak dibahas dalam tulisan ini, bisa berupa DITERIMA (disetujui), DITOLAK, atau DISETUJUI namun hanya SEBAGIAN.

Apa kelebihan asuransi dibanding tabungan? Asuransi membayarkan premi yang lebih sedikit dari pertanggungan yang dibayarkan. Sering kali nasabah tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya pertanggungan rumah sakit. Jika Anda memiliki agen yang berintegritas tinggi, semua proses pelayanan dan klaim akan dibantu agen tersebut, sehingga Anda dapat berkonsentrasi untuk kesembuhan Anda.

Cara kedua adalah INVESTASI. Perlindungan menggunakan investasi mirip dengan cara tabungan, perbedaannya biasanya hasil pengembalian (keuntungan) investasi lebih besar dari tabungan. Kekurangannya adalah, investasi tidak semudah tabungan untuk dicairkan, Anda juga harus menunggu beberapa saat dan mungkin beberapa hari untuk mencairkan investasi Anda.

Memang menurut saya, Asuransi lebih efisien untuk perlindungan biaya kesehatan, kecelakaan, dan yang terkait dengannya, tapi toh beberapa orang lebih nyaman menggunakan uang yang sudah dimilikinya sendiri dari pada bergantung pada asuransi entah karena prinsip yang dipegang maupun karena faktor kebiasaan menggunakan instrumen tersebut sehingga cara itu dianggap lebih mudah daripada menggunakan asuransi. Sehingga memaksakan prinsip (asuransi) kepada orang yang sudah memiliki prinsip adalah sebuah kesalahan karena akan menyebabkan konflik antara Anda dan calon nasabah.

Lalu bagaimana caranya? Anda hanya berhak menunjukkan bahwa ada prinsip lain. Menunjukkan dan bukan memaksakan untuk berpindah. Lagi-lagi Anda mungkin melihat bahwa saran ini tidak populer. Cara yang tidak bisa “menaklukan” calon nasabah? Ingat ya Akhi (saudaraku), sasaran dakwah adalah menyampaikan sedangkan hasil adalah milik Allah. Tidak ingatkah Anda ketika teladan kita cintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditegur Allah dalam Al Qur’an surah Abasa karena fokus mendakwahkan para pemimpin kaum musyrikin dan beliau mengabaikan permintaan Abdullah bin Ummi Maktum yang minta diajarkan Al Qur’an karena beliau sedang fokus berharap para tokoh tersebut memeluk Islam? Allah mengatakan, “padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).” (QS Abasa:7). Bahkan Allah pun berfirman, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. …” (QS Al Baqarah : 256). Itu mengapa memaksakan prinsip asuransi pada orang yang memengang prinsip lain bahkan yang terkesan kontra asuransi malah akan memperbesar dinding penghalang (gap) antara Anda dan dirinya. Bersabarlah dalam mendakwahkan asuransi syariah dan tentu Anda tahu bahwa orang di Indonesia masih banyak yang belum Anda kunjungi, Anda meninggalkan sejenak orang yang tidak setuju dengan kita untuk kemudian kita kunjungi kembali. Anda tentu sudah tahu risiko dari profesi ini.

Skrip yang harus diperhatikan yang akan menciptakan anti pati calon nasabah Anda, “Tapi ya Akhi, kalau Antum pakai tabungan atau investasi untuk perlindungan dan ketika dana yang terkumpul belum banyak namun Antum tahu bahwa kita tidak tahu kapan musibah akan terjadi, bagaimana kalau musibah terjadi sebelum dana mencukupi?”

Maka bisa jadi dengan sigap ia akan menjawab, “Ya Akhi, Antum juga gak tahu kan apakah musibah akan terjadi atau tidak. Bagaimana kalau musibah tidak terjadi pada ana (saya)? Ya Akhi, Antum muslim, kan? Antum percaya bahwa Al Qur’an adalah perkataan Allah kan? Dan Antum juga percaya bahwa Allah adalah yang menciptakan seluruh alam semesta dan yang merawatnya, memberikan rejeki pada siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia pemilik surga yang dihadiahkan pada orang-orang yang bersabar? Ya Akhi, Allah sendiri yang mengatakan, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS Al Baqarah : 155). Antum tahu siapa orang-orang yang sabar itu? Ayat 156 nya menjelaskan, “(Yaitu) orang-orang yang apa bila ditimpa musibah, mereka berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Nya lah kami kembali).”

Maka jika sudah demikian, saran saya, jangan lanjutkan atau bahkan Anda mendebatnya karena, sekali lagi, itu malah akan menyebabkan ketidak nyamanan diantara Anda. Bicaralah tentang topik lain dan jalinlah persaudaraan karena menjalin persaudaraan dan saling mencintai karena Allah adalah wajib sedangkan asuransi syariah sifatnya mubah.

Apakah calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya?

Dalam konteks profesi pelayanan, seorang agen asuransi seperti seorang dokter. Calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya. Hal ini dilandaskan rasa nyaman yang bisa didapatkan dari cara pelayanan agen tersebut pada nasabah. Maka, bisa jadi ia sudah menerima konsep asuransi jiwa syariah namu ia belum bisa menerima Anda sebagai agennya. Hal ini bisa jadi karena faktor alamiah yang ada pada diri Anda atau sesuatu yang dapat Anda perbaiki agar calon nasabah ini nyaman atas pelayanan Anda.

Perhatikanlah penampilan Anda, apakah aurat Anda sudah tertutup sempurna. Kami para lelaki yang sudah mengikuti kajian sunnah tidak nyaman melihat perempuan yang auratnya terbuka, karena ada keharaman dalam setiap pandangan.

Perhatikanlah perilaku dan tutur kata Anda. Anda bisa saja melatih perilaku dan tutur kata, tetapi jika bukan diniatkan karena Allah, maka Allah pula yang akan menunjukkan bahwa hal tersebut tidak asli dan hanya dibuat-buat.

Apakah yang Anda lakukan (agen) sudah benar-benar mengikuti syariah? 

Ada ayat yang sangat indah yang menggambarkan umat Islam yang ketika kita sadari maka ini benar-benar akan membuat hidup ini sangat nyaman.

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al Qasas : 77)

Hikmah yang dapat dipelajari, akhirat lah negeri yang kita tuju menggunakan apa yang telah Allah berikan didunia ini. Asuransi bukanlah untuk melindungi apa yang kita miliki di dunia ini karena yang kita miliki hanyalah sarana untuk mencapai negeri akhirat. Asuransi hanyalah sarana untuk mempermudah perbuatan (amalan) kita dijalan Allah dan asuransi ini juga salah satu cara untuk berbuat baik kepada orang lain, saling melindungi dan saling menjamin sesama saudara. Ingatlah, jangan berbuat kerusakan, sesungguhnya asuransi syariah menghindari diri dari riba, Allah akan menghancurkan riba dan menyuburkan sedekah.

Karenanya, agen asuransi syariah, bijaklah dalam berperilaku dan bijaklah dalam berbicara. Ini yang seringkali membuat calon nasabah Anda tidak mampu membedakan apakah Anda agen asuransi syariah atau agen asuransi konvensional yang berorientasi hanya pada dunia semata, sehingga mereka tidak mampu untuk membedakan asuransi syariah dengan konvensional karena Anda terlihat sama dengan agen asuransi konvensional. Harta yang Anda miliki bukan untuk dibangga-banggakan dan dipamerkan dalam setiap kesempatan, tetapi untuk digunakan sebagai sarana mencapai negeri akhirat. Karena Anda tahu hakikat yang ada di dunia ini, APA YANG KAU MAKAN AKAN HABIS DAN APA YANG KAU PAKAI AKAN USANG TETAPI APA YANG KAU SEDEKAHKAN, DIA AKAN BERTAMBAH. Harta yang kau kumpulkan dengan setengah mati akan dibagi-bagi ketika kau mati namun kau lah yang akan dihisab (dimintai pertanggungjawabannya) nanti. Malu lah kita yang memamerkan harta dan mengejarnya sebagai tujuan hidup ini. Lupakah Anda, sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam?

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. (Shahih: HR. Muslim, no. 2957)

Terlebih jika harta yang kita miliki kita dapatkan dengan cara yang terlarang, misalnya Anda yang Anda kredit dengan cara ribawi. Marilah saudaraku, Agen Asuransi Syariah, tulisan ini mengajak kita semua sama-sama mengejar kehidupan akhirat dengan menggunakan dunia ini sebagai sarananya.

Pekerjaan agen asuransi syariah adalah profesi yang indah, dimana Anda berDAKWAH mengajak calon nasabah pada syariah, dan Anda memenuhi kewajiban mencari NAFKAH, lalu kelebihannya Anda keluarkan sebagai SEDEKAH.

AGEN ASURANSI SYARIAH = DAKWAH + NAFKAH + SEDEKAH

Untuk membantu kebutuhan informasi Anda tentang Asuransi Syariah, berkonsultasi gratis

Hubungi Suhardeni 0812 8263 0856

 

http://www.assalamconsultant.com/v3/2017/03/13/ya-akhi-saudaraku-kenapa-antum-anda-masih-menolak-asuransi-syariah/